BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 16 November 2009

Mungkin bagi yang tinggal di kota besar, kunang-kunang adalah hewan yg sudah sulit sekali di temui. Namun bagi saya, yg noatbene tinggal di salah satu dusun di Yogyakarta, kunang-kunang sangat mudah ditemui. Kebetulan saat menikmati kelap-kelip kunang-kunang, timbul pertanyaan di dalam hati tentang hewan tersebut. Setelah mencari-cari di literatur, ini beberapa fakta yang saya temukan:

Klasifikasi kunang-kunang:
Kingdom: Animalia
Phylum: Arthropoda
Class: Insecta
Infraclass: Neoptera
Superorder: Endopterygota
Order: Coleoptera
Suborder: Polyphaga
Infraorder: Elateriformia
Superfamily: Elateroidea
Family: Lampyridae (Latreille, 1817)
Terdapat kurang lebih 2000 spesies dari kunang-kunang, dan tersebar di daerah tropis.

Hanya kunang-kunang jantan yang memiliki sayap dan dapat terbang, sedangkan kunang-kunang betina akan melekat di dedaunan atau di tanah.

Kunang-kunang berkelap-kelip untuk menarik pasangannya, biasanya dimulai dari kuang-kunang jantan, kemudian dibalas oleh kunang-kunang betina. Jantan menggunakan kelipan betina untuk menemukan betina tersebut, lalu terjadilah perkawinan. Pola kelipan kunang-kunang berbeda antar tiap spesies.

Setelah kawin, umumnya kunang-kunang betina akan berhenti berkelip. Namun pada beberapa spesies, kunang-kunang betina akan tetap berkelip untuk menarik jantan dari spesies lain. Ketika jantan tersebut mendekat, betina itu akan memakannya.

Warna kelipan kunang-kunang juga cukup beragam, umunya kuning, hijau kebiruan, dan kemerahan.

Mungkin itu dulu yg bisa saya bagi kepada teman-teman. Silahkan membalas post ini apabila ada tambahan, sanggahan, atau pertanyaan.

Ada 2000 spesies, gimana cara bedainnya itu huh Saya mau tanya aja, berhubung baru kali ini baca detil tentang kunang-kunang.
1. Kunang-kunang makanannya apa? Bisa dipiara ga nyengir
2. Mereka "nyala" hanya waktu mo kawin aja? Perasaan tiap malam nyalanya?
3. Cahaya kelap kelip itu berasal dari mana?

Kutip dari: milmi pada Juli 15, 2008, 03:58:47
Setelah kawin, umumnya kunang-kunang betina akan berhenti berkelip. Namun pada beberapa spesies, kunang-kunang betina akan tetap berkelip untuk menarik jantan dari spesies lain. Ketika jantan tersebut mendekat, betina itu akan memakannya.

Hewan umumnya begini ya, sadis :'( Ini dimakan setelah mereka kawin kan?

Makasih sebelumnya nyengir

ini foto kunang-kunang di sekitar rumah... fotonya pake infrared.



baru tau kalo kunang-kunang betina memakan pejantannya setelah kawin. selama ini yg gw tau memakan pejantannya adalah mantis (belalang sembah). laba-laba kadang juga gitu kalo pejantannya apes...

Misteri Alam

Kunang-kunang termasuk dalam keluarga kumbang dari ordo Coleoptera.Terdapat lebih dari 2000 spesies kunang-kunang yang tersebar di daerah tropis di seluruh dunia. Mereka dapat ditemukan di tempat-tempat lembab, seperti rawa-rawa dan daerah yang dipenuhi pepohonan. Di daerah lembap itulahkunang-kunang menemukan banyak sumber makanan untuk para larva.

Kita mengetahui bahwa kunang-kunang keluar pada malam hari, namun ada juga kunang-kunang yang beraktivitas di siang hari, loh. Mereka yang keluar siang hari ini umumnyatidak mengeluarkan cahaya. Hanya beberapa kunang-kunang yang mampu mengeluarkancahaya bila berada di tempat gelap.

Tapi kenapa, ya, kunang-kunang mengeluarkan cahaya? Bagaimana mereka tahan denganpanas yang ditimbulkan cahayanya? Itulah uniknya kunang-kunang! Cahaya yang mereka hasilkan adalah cahaya tanpa panas yang dinamakan Luminescence. Luminescence pada tubuh kunang-kunang dihasilkan oleh suatu zat bernama Luciferin. Nah, zat Luciferinini bergabung dengan oksigen untuk mengeluarkan cahaya.

Sahabat Bravo! tahu tidak, walaupun para ilmuwan sudah dapat membuat jenis cahaya yang sama dengan yang dihasilkan kunang-kunang, para ilmuwan tetap harus mengambil beberapa unsur dari tubuh kunang-kunang, karena para ahli kimia belum dapat membuat zat seperti itu. Hal tersebut masih menjadi misteri alam hingga kini.

Bayi Kunang-kunang

Pada kunang-kunang dewasa, selain untuk memberi peringatan tanda bahaya, cahaya pada tubuhnya berfungsi untuk menarik perhatian pasangannya. Tidak hanya kunang-kunang dewasa, bayi kunang-kunang yang masih berupa larva jugamengeluarkan cahaya. Cahaya pada larva berguna untuk memperingatkan hewan lain yang akan memangsa mereka agar tidak mendekat.

Setelah terjadi perkawinan, kunang-kunang betina akan meletakkan telur-telurnya dibawah permukaan tanah. Telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva setelah 3-4 minggu dan akan terus diberi makan hingga musim panas berakhir. Setelah kira-kira 1-2 minggu dari berakhirnya musim panas, larva tersebut akan berubah menjadi pupa, kemudian berubah menjadi kunang-kunang dewasa.

Menjadi Lentera

Seperti pada beberapa hewan lainnya, kunang-kunang juga memiliki arti penting dalambeberapa legenda dan kebudayaan. Dalam mitologi bangsa Maya, kunang-kunang sering dikaitkan dengan bintang. Kunang-kunang juga dianggap mewakili utusandalam kuil-kuil Dewa Maya.

Orang-orang Cina kuno sering memasukkan kunang-kunang dalam sebuah kotak transparan untukkemudian digunakan sebagai lentera. Sementara dalam kebudayaan dan ceritarakyat Jepang, kunang-kunang memiliki arti yang sama besarnya dengan bunga Sakura yang terkenal itu.

Nah, jika teman-teman melihat kunang-kunang yang sedang terbang, kunang-kunang tersebut berjenis kelamin jantan. Mengapa begitu? Ya, karena hanya kunang-kunang jantanyang memiliki sayap, sementara para betina melekat di dedaunan dan tanah. (Ayu Prameswari)

Pada artikel sebelumnya, kita sudah tau bahwa kunang-kunang punya sifat khusus dalam menarik pasangan. Kunang-kunang jantan mengeluarkan cahaya kelap-kelip yang keluar dari tubuhnya, dan menandakan pesan tertentu kepada betina.

Lalu apa kata ilmuwan tentang cahaya ini? Darimana mereka berasal?

Prof Barry Trimmer dari Tufts University, Massachusetts, menemukan rahasia cahaya kelap-kelip yang dihasilkan oleh kunang-kunang. Dalam penemuannya, ia menemukan nitrogen monoksida (NO) yang menjadi penghantar sinyal flash, sekaligus menjadi kunci mekanisme kedap-kedip cahaya kunang-kunang.

Dijelaskan bahwa kunang-kunang memiliki sel pemantul cahaya yang mengandung banyak senyawa luciferin. Senyawa ini bereaksi dengan adenosine triphosfat (ATP). Cahaya lalu dihasilkan oleh bagian tubuh yang bernama luciferin, bercampur dengan enzim yang disebut luciferase.

Dengan adanya luciferase, luciferin akan menjadi aktif, lalu bereaksi dengan Oksigen. Hasil reaksi ini adalah energi, yang lantas timbul sebagai cahaya dibantu oleh Nitrogen Oksida tadi.

Reaksi berlangsung di dalam sel photocyte sehingga cahaya dapat terlihat. Sistem kerja syaraf akan mengatur perut kunang-kunang untuk mengeluarkan flash secara periodik dan teratur.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ikuti diskusi Ada 23 komentar untuk artikel ini.

1.

marstovenus

kalo soal sinyal kunang-kunang saya punya cerita. begini; dua teman saya sedang berjalan malam (jjm)kebetulan hari itu mereka melewati jembatan. sudah sewajarnya, karena mereka jomblo (belum dapat gebetan/ pacar) jadi bareng terus. namanya juga laki-laki, mereka memikirkan lawan jenisnya. biasanya kondisi yang paling enjoy saat mereka bisa melayang dalam angan-angan. bisa dengan merokok atau menggunakan pemicu tertentu (obat). tiba-tiba mereka merasa lelah lalu berhenti, dan duduk dibatasan jembatan. sambil bercerita (curhat) satu teman saya melihat ke bawah jembatan ada kunang-kunang yang menyala merah. teman saya satunya lagi bilang, “di kawinin aja..kalo nyala merah tandanya….[…]”.
“alah, loe duluan baru gue”
lalu teman saya yang sudah tidak sabar, menerjunkan badannya ke bawah kunang-kunang itu.
“bruk…halooo…ooh”
“gimana?..?”
karena kunang-kunangnya belum berhenti menyala, teman saya yang menunggu di atas jembatan ikut melemparkan diri karena penasaran.
“bruk…jug..ah…”
sejenak terdiam. suasana yang riuh oleh dua laki-laki jomblo berubah jadi sunyi.

0 komentar: